Kenapa stok HP berbeda dari produk biasa
Dua unit dengan tipe, warna, dan kapasitas yang sama tetap memiliki IMEI berbeda. Saat terjadi retur, trade-in, garansi, atau pengecekan penjualan, toko perlu tahu unit mana yang masuk dan unit mana yang keluar.
Simpan data per unit
Idealnya setiap unit menyimpan informasi model, varian, warna, kapasitas, IMEI/serial, harga modal, sumber barang, tanggal masuk, status, dan transaksi penjualannya. Dengan begitu histori sebuah unit dapat ditelusuri.
Pisahkan status stok
Unit ready, reserved, sold, service, trade-in, atau retur sebaiknya tidak bercampur. Status membantu staff melihat kondisi stok tanpa menghitung manual dan mencegah unit yang sudah terjual masih dianggap tersedia.
Hubungkan dengan POS dan invoice
Saat unit dijual, IMEI yang dipilih pada transaksi dapat otomatis berubah status dan tercantum di dokumen bila dibutuhkan. Ini mengurangi pencatatan ganda dan membuat data lebih konsisten.
Tambahkan workflow trade-in
Untuk toko yang menerima trade-in, unit masuk dapat memiliki data appraisal, kondisi, harga beli, dan status pemeriksaan. Setelah lolos, unit dapat masuk inventory sebagai barang yang siap diproses atau dijual.
Dashboard owner
Owner bisa melihat nilai stok, unit aging, penjualan per sales, margin, dan unit yang lama tidak bergerak. Informasi ini jauh lebih berguna dibanding hanya mengetahui jumlah unit di etalase.
Mulai dari data yang disiplin
Sistem yang bagus tetap membutuhkan input yang konsisten. Tentukan data wajib saat barang masuk dan saat transaksi. Setelah disiplin dasar terbentuk, automation dan AI dapat ditambahkan di atasnya.
Punya proses yang ingin dibuat lebih sederhana?
Ceritakan workflow atau kendalanya. Infinia AI dapat membantu memberi gambaran awal, lalu tim kami bisa membahas implementasinya.